Eddy Soeparno Nilai Urgensi Ketahanan Energi Setara Ketahanan Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mengadakan dialog tingkat tinggi dengan guru besar dan akademisi Pusat Studi Energi UGM untuk membahas penguatan ketahanan energi nasional, percepatan transisi energi, dan dekarbonisasi. Diskusi ini bertujuan menghimpun masukan strategis agar kebijakan energi Indonesia responsif terhadap tantangan saat ini dan kebutuhan jangka panjang.
Eddy menekankan ketahanan energi sama urgennya dengan ketahanan nasional, karena pasokan energi yang tidak stabil dapat mengancam stabilitas ekonomi, daya saing industri, dan kedaulatan nasional. Ia menyoroti potensi Indonesia sebagai kekuatan energi bersih dunia melalui pengembangan bioenergi berbasis sawit, elektrifikasi, PLTS skala besar, CCS, dan teknologi nuklir jangka panjang. Percepatan transisi energi membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi.
Akademisi UGM memberikan masukan mengenai harmonisasi kebijakan, pengembangan energi baru terbarukan (EBT), riset inovasi, infrastruktur, regulasi, ekonomi karbon, dan pembiayaan investasi hijau. Eddy mengapresiasi kolaborasi ini untuk menghasilkan kebijakan energi berbasis ilmu pengetahuan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.49
Dialog di UGM, Waka MPR Tegaskan Urgensi Ketahanan Energi Sejajar Ketahanan Nasional
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 12.36
VIdeo: Perkuat Ketahanan Energi: MPR Dorong Program B50 - Kebut Migas
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 16.45
Potensi Energi Bersih RI Jumbo, Baru Terpakai 16,32 GW
Berita terkait
Video: Reformasi Subsidi BBM - Listrik, RI Wajib Atasi Masalah Data
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 13.07
Ternyata Panas Bumi Pasok 24% Kebutuhan Listrik Sulawesi Utara
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.00
Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 16.37
ClientEarth dan CPI Kolaborasi Perkuat Transisi Energi Berkeadilan
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.40