Jakarta · Selasa, 29 September 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Re sebut pengelolaan risiko dapat perkuat ketahanan energi

PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) menyatakan bahwa pengelolaan risiko yang proaktif dan terukur dapat memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga energi. Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, menekankan bahwa ketahanan energi bukan lagi sekadar isu sektoral, tetapi fondasi strategis bagi stabilitas ekonomi dan kedaulatan nasional. Industri asuransi dan reasuransi, katanya, dapat berkontribusi lebih luas melalui penyediaan kapasitas transfer risiko, risk insight, analisis data, pemodelan, dan risk engineering.

Putra Adhiguna dari Energy Shift Institute menjelaskan bahwa transisi energi berlangsung dalam situasi ketidakpastian, sehingga pendekatan berbasis skenario diperlukan untuk memahami berbagai kemungkinan dan menilai relevansi strategi transisi. Elektrifikasi menjadi penggerak utama transisi energi karena mendukung pembangkitan listrik yang lebih bersih dan efisien. Namun, setiap negara memiliki strategi transisi yang berbeda, dipengaruhi oleh struktur ekonomi, sumber daya, kebijakan, dan teknologi.

Kamia Handayani dari PT PLN menjelaskan bahwa sektor ketenagalistikan menghadapi dua risiko utama: transition risk dan physical climate risk. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2025-2034, PLN merencanakan penambahan 42,6 GW kapasitas energi baru dan terbarukan, 10,3 GW penyimpanan energi, dan 48.000 km sirkuit jaringan transmisi. PLN juga mengintegrasikan risiko iklim pada pengambilan keputusan, termasuk penilaian risiko aset, kajian proyek baru, dan analisis skenario iklim untuk perencanaan jangka panjang.

Berita terkait