VIdeo: Perkuat Ketahanan Energi: MPR Dorong Program B50 - Kebut Migas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketidakpastian geopolitik global menjadi tantangan bagi upaya pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi menuju swasembada energi nasional, menurut Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Gejolak global membuat impor minyak mentah, BBM, dan LPG lebih sulit, sehingga pemerintah perlu memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui peningkatan eksplorasi migas, termasuk Blok Masela, peningkatan kapasitas kilang, dan pengembangan transisi energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
MPR RI menilai progres transisi energi di Indonesia terus berkembang namun membutuhkan komitmen kuat untuk akselerasi, baik dalam pembangunan PLTS maupun pengembangan Biodiesel. MPR mendukung penguatan regulasi dan kepastian hukum bagi investasi transisi energi sebagai bagian dari upaya mempercepat proyek migas dan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya melalui Undang-Undang EBT yang siap diundangkan.
Upaya ini dibahas dalam dialog dengan Eddy Soeparno dalam acara Squawk Box di CNBC Indonesia pada 31 Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 16.45
Potensi Energi Bersih RI Jumbo, Baru Terpakai 16,32 GW
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 22.35
Rp 4,8 Triliun Disiapkan demi Pemulihan PLTP Sarulla
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 10.27
Waka MPR Dorong Kemitraan RI-China Bidang Transisi Energi-Ekonomi Hijau
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 18.45
Prabowo Wanti-wanti Pengusaha: Perang Geopolitik Ancam Harga Pangan dan BBM
Berita terkait
100 Tahun Panas Bumi Indonesia, Pemerintah Kejar Potensi 30 GW untuk Ketahanan Energi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.01
Eddy Soeparno Sebut Transisi Energi Jadi Langkah Strategis Jangka Panjang
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 17.28
Ketidakpuasan Publik Dalam Narasi Besar Perubahan Struktural
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 22.13
Aksi Iklim Indonesia di PBB, dari Restorasi Mangrove hingga Transisi Energi
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 01.00