Bank Indonesia Menahan BI Rate 5,75% di Tengah Tekanan Eksternal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355954/original/044846900_1790148903-IMG_7280.jpg)
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 22–23 September 2026. Keputusan ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan eksternal serta memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5% ± 1% untuk tahun 2026 dan 2027. Selain BI Rate, suku bunga Deposit Facility tetap di 4,75% dan Lending Facility di 6,5%.
Untuk memperkuat rupiah, BI mengoptimalkan intervensi valuta asing melalui transaksi NDF, DNDF, dan spot, serta meningkatkan insentif swap beli lindung nilai bagi pendanaan luar negeri. BI juga tetap menerapkan kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong kredit sektor riil dan memperluas akseptasi pembayaran digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.08
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.05
Bos BI Bongkar Alasan Tahan BI Rate di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
Berita terkait
Rupiah Menguat Pagi Ini Usai BI Rate Ditahan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 09.51
Rupiah Menguat ke Rp17.840 Usai BI Tahan Suku Bunga BI Rate 5,75 Persen
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.28
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43
Ekonom: Mempertahankan BI Rate Adalah Opsi Terbaik
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.41