Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, Permintaan Domestik Jadi Penopang

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026 secara tahunan, tetap di atas 5% meski melambat dari 5,61% pada kuartal I. Pertumbuhan ini bertahan meski perekonomian global menghadapi tekanan dari konflik geopolitik, perang dagang, dan volatilitas pasar keuangan. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme dalam Pidato Kenegaraan, mencatat investasi mencapai Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja pada semester I 2026.

Permintaan domestik menjadi penopang utama pertumbuhan. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% YoY, didukung inflasi terkendali pada 3,34% YoY. Kredit perbankan ekspansif dengan pertumbuhan 12,67% YoY, termasuk kredit investasi 24,90%. Belanja pemerintah juga mendukung dengan pertumbuhan 15,97% YoY. Sektor ekspor-impor mencatat defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, namun kumulatif Januari-Mei masih surplus US$4,03 miliar.

Cadangan devisa kuat pada US$145,6 miliar (5,5 bulan impor) dan fungsi intermediasi perbankan yang berjalan memberi ruang bagi perekonomian menyerap tekanan pasar. Namun, tantangan tersisa termasuk isu transparansi pasar saham yang menimbulkan kekhawatiran klasifikasi indeks MSCI, serta perlu memperkuat investasi swasta agar pertumbuhan berkelanjutan hingga target 8% pada 2029.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait