Hujan Buatan Jadi Harapan saat Kemarau Berkepanjangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemarau panjang akibat El Nino memicu kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan selatan, dan Sulawesi selatan. BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada Agustus hingga September 2026, dengan curah hujan di bawah normal hingga awal Oktober. Fenomena ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih. Di daerah seperti Bogor dan Banten, warga harus bergantung pada air dari toren umum atau sungai yang airnya menyusut drastis. Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah dan DPR RI mengusulkan hujan buatan melalui modifikasi cuaca, pengeboran sumur darurat, dan pemasangan Ground Based Generator (GBG) di gedung tinggi Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap upaya ini, meski pelaksanaannya tergantung pada keberadaan awan yang cukup.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 18.27
Juli 2026 Jadi yang Terkering Sejak 1991, Ancaman Kemarau Ekstrem Nyata
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.25
El Nino Sangat Kuat OTW ke RI, BMKG Minta Petani Ubah Jadwal Tanam
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 15.26
Prabowo Instruksikan Seluruh Sektor Siaga Hadapi El Nino dan Kemarau
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 13.55
El Nino Datang Lebih Cepat, Kepala BMKG Jelaskan Penyebabnya
Berita terkait
BMKG Beri Peringatan Daerah Potensi Kekeringan Parah Agustus 2026
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.16
Pantas Panas Mendidih, BMKG Konfirmasi El Nino Saat Ini Sangat Kuat
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 11.55
BMKG Ungkap Wilayah Paling Berpotensi Alami Kekeringan saat Puncak Kemarau
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 08.34
El Nino Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, BMKG Perluas Operasi Modifikasi Cuaca
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 07.51