Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

El Nino OTW Sangat Kuat, Kepala BMKG Kasih Peringatan Begini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan El Nino di Indonesia kini berada pada kategori kuat dan berpotensi menjadi sangat kuat. Hal ini ditunjukkan oleh anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang mencapai plus 1,59 pada periode Mei-Juni-Juli. Akibatnya, musim kemarau pada Agustus hingga September diprediksi lebih kering dan lebih panjang dari biasanya, sehingga meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wilayah paling terdampak adalah daerah di selatan garis khatulistiwa, seperti NTT, NTB, Bali, Jawa bagian pesisir, Sumatra bagian selatan, hingga Papua Selatan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, lembaganya sebenarnya telah mengantisipasi kondisi ini sejak Maret 2026, saat memprediksi musim kemarau akan bertepatan dengan El Nino moderat. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) kemudian menetapkan El Nino aktif pada 2 Juni 2026. Periode paling kritis diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, ketika curah hujan di sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Pengaruh El Nino diperkirakan mulai berkurang setelah Indonesia memasuki musim hujan pada pertengahan Oktober.

Dampak El Nino tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga penyediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, energi, kesehatan, kelautan, hingga perekonomian. Untuk mengantisipasi kekeringan, BMKG bersama Kementerian Pekerjaan Umum melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi waduk dan menjaga pasokan air serta pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Pemerintah juga mengedepankan pencegahan karhutla, termasuk memantau muka air tanah gambut dan melakukan modifikasi cuaca jika ketinggiannya kurang dari satu meter. Pendekatan ini berbeda dengan penanganan El Nino kuat pada 2015 yang lebih bersifat pemadaman setelah kebakaran terjadi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait