Enam Negara Uni Eropa Dorong Pajak Keuntungan Berlebih Perusahaan Minyak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Enam negara Uni Eropa (Jerman, Italia, Austria, Polandia, Portugal, Spanyol) meminta pajak keuntungan berlebih bagi perusahaan minyak setelah laba melonjak akibat perang di Timur Tengah. Mereka mengirim surat kepada menteri keuangan Irlandia yang memegang kepresidenan bergilir UE, meminta pembahasan pada pertemuan menteri keuangan bulan depan di Dublin. Pajak ini akan dikenakan atas laba ekstra selama krisis, mengingat perusahaan minyak memiliki margin yang melambung lebih cepat dari harga minyak mentah. Dorongan ini mengacu pengalaman pajak sementara 2022 pasca invasi Rusia ke Ukraina. Di Jerman, partai pemimpin Kanzelir Friedrich Merz (CDU) menolak kebijakan tersebut, sementara partai sebelah kiri (SPD) mendukung.
Bagikan
Berita terkait
BRI rilis BRImo Taiwan untuk permudah akses keuangan diaspora
ANTARA News · 23 Agustus 2026 pukul 19.57
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.04
BNI Luncurkan wondrZ, Tabungan Anak dan Remaja untuk Belajar Kelola Keuangan
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.40
Airlangga Kejar Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Diteken Oktober 2026
CNN Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 04.30