Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemenko Perekonomian menjelaskan istilah 'emas di bawah bantal' bukan metafora fisik, melainkan menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat. Dengan data, terdapat sekitar 1.800 ton emas senilai USD 252 miliar disimpan rumah tangga, jauh berbeda dari cadangan emas nasional sebesar 3.600 ton. Pemerintah mengusung simpanan emas ini sebagai peluang untuk memperkuat kedaulatan ekonomi melalui pengembangan ekosistem bullion dan memberi pilihan instrumen keuangan yang aman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 21.52
Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 08.15
Pemerintah Luruskan Pernyataan soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 04.00
Kata Ekonom soal Simpanan Emas Warga RI Capai 1.800 Ton
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 13.40
RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
Berita terkait
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Harga Emas 24 Karat Stabil 21 Agustus 2026, Pilihan Investasi Menarik!
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.45