Erupsi Terbaru Gunung Anak Krakatau Rusak Kamera Pemantau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi akhir pekan ini, dengan status tetap di Level III (Siaga). Erupsi ini menyebabkan kamera pantau rusak akibat lontaran material vulkanik. Pemantauan sementara dilakukan secara langsung dari pos di Pasauran, Serang, dan Lampung. Suara gemuruh terdengar hingga ke pos pantau, dan rekaman video letusan tersebar luas di media sosial. Gempa letusan tercatat dengan amplitudo 70 mm dan durasi 21.600 detik. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 km dari puncak gunung untuk keselamatan. BNPB dan PVMBG menekankan agar warga pesisir Banten dan Lampung tenang serta menjauhi zona bahaya. Imbauan juga diberikan agar nelayan dan wisatawan mensterilkan aktivitas di sekitar kawah. Pemerintah menyadari kekhawatiran masyarakat terkait risiko tsunami, terutama setelah pengalaman tsunami 22 Desember 2018. Namun, PVMBG menyatakan bahwa pertumbuhan Gunung Anak Krakatau pasca-2018 relatif kecil dan tidak berpotensi menyebabkan tsunami akibat keruntuhan masif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 September 2026 pukul 13.18
Erupsi Terbaru Anak Krakatau Belum Berpotensi Picu Tsunami Seperti Tahun 2018
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 12.19
Anak Krakatau Erupsi Menerus, Jauhi Radius 3 Kilometer
JawaPos · 5 September 2026 pukul 09.45
Himbauan BNPB ke Masyarakat Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau
ANTARA News · 5 September 2026 pukul 09.29
BNPB minta masyarakat jangan panik respons erupsi Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Jauhi Radius 3 Km
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.45
Erupsi Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 08.41
Gunung Anak Krakatau Erupsi: Lontarkan Lava Pijar, Terdengar Dentuman
kumparan · 5 September 2026 pukul 07.24
Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.15