Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% (yoy) pada kuartal II 2026, didukung faktor musiman seperti libur sekolah yang meningkatkan sektor akomodasi dan makanan sebesar 10,6%. Sementara itu, sektor listrik dan gas tumbuh 10,81% karena permintaan energi tinggi dan kenaikan harga gas.
Namun, pertumbuhan sektor industri pengolahan melambat menjadi 4,52% (yoy), meskipun menyumbang 18,5% PDB dan 13,5% tenaga kerja. Sektor pertanian turun menjadi 3,8% (yoy), yang penting bagi 28,75% tenaga kerja nasional. Konsumsi rumah tangga sedikit melambat menjadi 5,05%, tetapi tetap menjadi penyangga utama PDB, didukung pertumbuhan investasi barang modal 6,87% dan ekspor 4,13%.
Dari sisi ketenagakerjaan, pekerja formal meningkat menjadi 60,31 juta (40,7%), tetapi pekerja informal mendominasi dengan 87,88 juta (59,3%). Kesenjangan sosial meningkat dengan gini ratio naik menjadi 0,368, terutama di perkotaan. Diperlukan program afirmasi untuk pekerja informal, seperti akses jaminan sosial yang lebih baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.01
Said Abdullah Ungkap Catatan di Balik Ekonomi 5,29 Persen
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.23
Said Abdullah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Nasional Triwulan II 2026
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.40
Belanja Pemerintah Melonjak 18,62%, Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.30
Purbaya soal Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen Kuartal II: Cukup Baik
Berita terkait
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.19
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30