Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Belanja Pemerintah Melonjak 18,62%, Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Pengeluaran konsumsi pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Semester I-2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komponen ini tumbuh 18,62 persen secara kumulatif (c-to-c), tertinggi dibandingkan seluruh komponen pengeluaran. Belanja pemerintah ini menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,45 persen pada Semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komponen lain juga tumbuh: pembentukan modal tetap bruto (PMTB) naik 6,43 persen, konsumsi rumah tangga meningkat 5,28 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) naik 6,61 persen. Sementara itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 2,56 persen, sedangkan impor sebagai faktor pengurang meningkat 7,68 persen.

BPS juga mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen pada kuartal II-2026 secara year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibanding kuartal I-2026 yang tumbuh 5,61 persen. Secara kuartal ke kuartal (q-to-q), ekonomi tumbuh 3,73 persen. Nilai produk domestik bruto (PDB) kuartal II-2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.552,1 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp 3.576,2 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait