Fenomena Telor Ceplok Muncul usai Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 3 September 2026, muncul fenomena 'telor ceplok' di area kawah. Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) menjelaskan pola kuning dan putih ini disebabkan oleh interaksi air menggenang di dasar kawah dengan gas vulkanik (sulfur/belerang) serta batuan mineral hasil alterasi hidrotermal. Warna kuning di tengah berasal dari sulfur dan mineral terbentuk, sementara bagian putih dari batuan yang teralami alterasi oleh fluida panas. Fenomena ini merupakan proses geokimia alami di kawah vulkanik aktif, bukan tanda bahaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 14.15
Heboh Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ini Penjelasannya
Berita terkait
Muncul Fenomena 'Telor Ceplok' di Gunung Anak Krakatau, Apa Itu?
Detik.com · 18 September 2026 pukul 16.33
Erupsi Anak Krakatau Menurun, Pakar UPER Ingatkan Potensi Bahaya Susulan
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 13.50
Ada Daratan Baru di Kaki Anak Krakatau? Ini Penjelasan BMKG
kumparan · 10 September 2026 pukul 18.41
Erupsi Gunung Anak Krakatau Terpantau Satelit dari Luar Angkasa
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.15