Heboh Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kawah Gunung Anak Krakatau (GAK) Lampung Selatan menampilkan fenomena menyerupai telur ceplok setelah erupsi besar pada 3 September 2026. Dari tinggi, kawah berisi genangan air berwarna kuning di tengah dan putih di sekelilingnya. Daryono, ahli kebencanaan dari IABI, menjelaskan warna kuning berasal dari sulfur dan mineral hasil alterasi hidrotermal, sementara bagian putih dari batuan akibat interaksi gas panas dan fluida. Fenomena ini terjadi karena air menggenang di dasar kawah bercampur dengan gas vulkanik (belerang) serta material kimia alami. Suwarno, Kepala Pos Pantau GAK, membenarkan bahwa genangan berisi air terkontaminasi belerang, yang membentuk warna khas. Ahli menegaskan ini adalah proses geokimia alami di kawah vulkanik aktif, bukan tanda bahaya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 September 2026 pukul 15.55
Ada 'Telor Ceplok' di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya?
Berita terkait
Keluarga Korban Jurnalis Hilang Tabur Bunga di Tengah Laut
JPNN.com · 20 September 2026 pukul 07.16
Operasi SAR 5 jurnalis dihentikan, ini fakta selama 10 hari pencarian
ANTARA News · 19 September 2026 pukul 10.53
KWP Gelar Doa Bersama Hilangnya 5 Jurnalis dan 3 Kru di Gunung Anak Krakatau
Detik.com · 18 September 2026 pukul 18.45
Foto: Doa dan Tabur Bunga untuk 5 Wartawan yang Hilang di Selat Sunda
kumparan · 18 September 2026 pukul 16.41