Fokus pada Area yang Meradang, Respons Peradangan Lebih Kecil dalam Studi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penelitian oleh Dr. Liron Rozenkrantz dan tim dari Bar-Ilan University menemukan bahwa memusatkan perhatian pada area tubuh yang meradang dapat mengurangi respons peradangan. Dalam eksperimen laboratorium, peserta menjalani tes tusuk kulit dengan histamin untuk memicu reaksi peradangan ringan. Sebagian peserta diminta fokus pada sensasi di area yang terkena, sementara yang lain dialihkan perhatiannya dengan menonton video atau mengerjakan tugas. Pengukuran dilakukan selama 20 menit terhadap pembengkakan dan kemerahan. Hasil yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour menunjukkan bahwa respons peradangan sekitar satu setengah kali lebih kecil ketika peserta memusatkan perhatian pada sensasi tubuh. Sebaliknya, sekitar 90 persen peserta menunjukkan respons peradangan yang lebih kuat ketika perhatian mereka dialihkan. Peneliti mengidentifikasi dua mekanisme: perhatian memengaruhi pemrosesan sinyal sensorik di otak dan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatik, termasuk saraf vagus. Namun, temuan ini memiliki keterbatasan. Penelitian dilakukan dalam kondisi laboratorium dan hanya mengamati respons peradangan jangka pendek pada kulit. Hasilnya tidak membuktikan bahwa memusatkan perhatian dapat mengobati penyakit atau kondisi kesehatan kronis. Peneliti menekankan perlunya riset lebih lanjut untuk mengetahui apakah efek serupa terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Bagikan
Berita terkait
4 Manfaat Nanas, Ampuh Atasi Mulut Kering
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.34
Dokter Angkat Batu Kandung Kemih Sebesar Telur Burung Unta dari Tubuh Pria Ini
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 21.53
Palangka Raya Dikepung Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Terbatas
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.46
FOTO: Anak 5 Tahun Korban Gempa NTT Dievakuasi Lewat Udara
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.45