Bukan Sekadar Pengalih Perhatian, Musik Terbukti Ampuh Redakan Rasa Sakit
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Musik bukan sekadar mengalihkan perhatian, melainkan memengaruhi cara otak memproses rasa sakit. Penelitian review 57 studi dalam PAIN Reports menunjukkan musik dapat mengurangi nyeri melalui dua mekanisme: menurunkan aktivitas di area saraf yang menerima sinyal nyeri langsung dan mengubah respons kognitif-emosional di prefrontal cortex. Musik yang tidak disukai justru dapat memperparah nyeri. Faktor utama efektivitas musik meredakan nyeri meliputi: pilihan musik yang disukai, penggunaan musik aktif (nyanyian, improvisasi, instrumen), dan pemberian sebelum nyeri terjadi. Penderita fibromyalgia menunjukkan perubahan pola jaringan otak setelah mendengarkan musik pilihan, mengindikasikan penurunan pemikiran berulang yang memperburuk nyeri kronis. Meskipun mayoritas studi laboratorium pada sukarelawan sehat, temuan ini menegaskan musik sebagai terapi berisiko rendah untuk manajemen nyeri.
Bagikan
Berita terkait
Terjebak Siklus Diet "Mulai Hari Senin"?Lakukan Langkah Sederhana Ini Agar Konsisten
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 08.17
Menghadapi Kanker: Diagnosis Tepat, Terapi Tepat, dan Kolaborasi Menjadi Kunci
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 20.17
Fokus pada Area yang Meradang, Respons Peradangan Lebih Kecil dalam Studi
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 19.45
Trisno Pas Band Meninggal, Sandy Kenang Kebiasaan Uniknya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 08.44