Ford Minta AS Jangan Jadi Korban Mobil China Selanjutnya seperti Eropa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Ford Motor Company, Jim Farley, mendesak pemerintah AS untuk lebih cermat mengatur masuknya produsen otomotif China ke pasar AS. Ia merujuk pada pengalaman Eropa yang menjadi pelajaran penting, di mana kehadiran kuat produsen Tiongkok berhasil menekan produsen lokal dan menyebabkan kehilangan pangsa pasar. Menurut Farley, negara-negara Eropa kini kesulitan mengendalikan pengaruh merek-merek Tiongkok yang terus berkembang pesat di pasar mereka. Meski waspada terhadap ancaman ini, Farley menegaskan Ford tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan perusahaan asal Tiongkok dalam bidang tertentu yang dapat memberikan manfaat strategis. Ia menyatakan bahwa Ford akan menjalin kemitraan jika hal tersebut mampu menekan biaya operasional atau melengkapi keahlian yang belum dimiliki perusahaan. Langkah ini menunjukkan keseimbangan Ford antara perlindungan industri lokal dan pemanfaatan kesempangan teknologi global.
Bagikan
Berita terkait
Bos Hyundai Warning Ancaman Mobil China, Kenapa?
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 19.40
Pemerintahan Trump kecam Ford atas kerja sama bisnis dengan China
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 06.59
Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.30
Lawan Tekanan AS, Rusia dan China Bersatu Bela Hak Iran Miliki Program Nuklir
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 11.42