Gagal Kalahkan Iran dengan Senjata, AS Akan Lumpuhkan Ekonomi Teheran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan kampanye ekonomi yang digagas Menteri Keuangan Scott Bessent berhasil melumpuhkan perekonomian Iran. Dalam wawancara dengan Fox News, Waltz menyebut ketika Iran berunding dengan negosiator AS, mereka hanya membicarakan uang tunai karena mampu menahan gempuran bom. Ia bahkan berkelakar bahwa Iran kini lebih takut kepada Bessent daripada Menteri Pertahanan Hegseth.
Waltz menilai para pemimpin Iran tidak peduli pada militer atau rakyatnya, tetapi khawatir terhadap nilai mata uang yang anjlok dan inflasi tertinggi dalam 80 tahun terakhir. Menurutnya, Iran terus meminta akses ke uang tunai dan aset yang dibekukan AS. Tekanan itu, ditambah blokade, diyakini akan memaksa Iran melunak.
Namun, Profesor Mehran Kamrava dari Georgetown University di Qatar meragukan efektivitas tekanan ekonomi itu. Ia menilai negosiasi Iran-AS berjalan lambat. Iran justru menekan negara tetangga seperti Qatar, UEA, Arab Saudi, dan Kuwait agar mereka mendesak AS bernegosiasi dengan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.10
Tak Percaya Iran, Trump Tegaskan AS Kuasai Selat Hormuz
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 12.55
Iran Ajukan Syarat ke AS Soal Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.53
Tegang! AS Tembakkan Rudal ke Kapal yang Coba Transit ke Iran
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.26
Harga Minyak Hari Ini Melambung Setelah Selat Hormuz Belum Bakal Dibuka
Berita terkait
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 25 September 2026 pukul 17.48
Pesan Xi ke Trump: Dialog untuk Akhiri Perang Iran
Detik.com · 25 September 2026 pukul 14.16
Tantang AS, Iran Perketat Syarat untuk Akhiri Perang
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.57