Tantang AS, Iran Perketat Syarat untuk Akhiri Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran memperketat syarat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikato (AS) setelah kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni 2026 kandas akibat saling tuduhan pelanggaran. Menurut juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebi, Washington tidak memiliki pilihan selain menerima tuntutan yang lebih ketat dari Teheran. MoU sebelumnya mencakup pencabutan sanksi minyak AS, penghapusan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, pencairan aset asing Iran, dan penghentian konflik di seluruh medan termasuk Lebanon. Sejak kolaps MoU, Iran meminta pencairan sepenuhnya aset yang dibekukan senilai US$24 miliar (Rp427,4 triliun) sebelum negosiasi dimulai, bukan secara bertahap. Iran juga menuntut pencabutan blokade AS terhadap Yaman sebagai bagian dari kesepakatan baru. Sementara upaya diplomatik terhenti, AS melancarkan kampanye 'pencekikan ekonomi' yang menargetkan bank asing dan maskapai penerbangan Iran. Mohebi menegaskan bahwa blokade ekonomi tidak akan mencapai tujuan AS dan Iran akan memberikan respons yang lebih kuat jika serangan dilancarkan kembali. Iran menolak kontak dengan AS dan menyatakan bahwa hubungan hanya akan dilakukan melalui senjata selama AS tetap memusuhi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 14.26
Gelar Perundingan di Momen Sidang Umum PBB, Iran dan AS Fokus Akhiri Perang
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 11.31
Pejabat Iran dan AS Gelar Pertemuan Langka Bahas Situasi di Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 21.40
Iran Janji Buka Lagi Selat Hormuz dalam 7 Hari, dengan Syarat...
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.16
Menkeu AS Pastikan Semua Akses Penerbangan Iran Dihentikan Total Mulai 23 September
Berita terkait
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.13
Iran Sebut Negara Mitra Tak Terpengaruh Ancaman AS Putus Hubungan
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 08.16
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09