Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Tantang AS, Iran Perketat Syarat untuk Akhiri Perang

Iran memperketat syarat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikato (AS) setelah kesepakatan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni 2026 kandas akibat saling tuduhan pelanggaran. Menurut juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebi, Washington tidak memiliki pilihan selain menerima tuntutan yang lebih ketat dari Teheran. MoU sebelumnya mencakup pencabutan sanksi minyak AS, penghapusan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, pencairan aset asing Iran, dan penghentian konflik di seluruh medan termasuk Lebanon. Sejak kolaps MoU, Iran meminta pencairan sepenuhnya aset yang dibekukan senilai US$24 miliar (Rp427,4 triliun) sebelum negosiasi dimulai, bukan secara bertahap. Iran juga menuntut pencabutan blokade AS terhadap Yaman sebagai bagian dari kesepakatan baru. Sementara upaya diplomatik terhenti, AS melancarkan kampanye 'pencekikan ekonomi' yang menargetkan bank asing dan maskapai penerbangan Iran. Mohebi menegaskan bahwa blokade ekonomi tidak akan mencapai tujuan AS dan Iran akan memberikan respons yang lebih kuat jika serangan dilancarkan kembali. Iran menolak kontak dengan AS dan menyatakan bahwa hubungan hanya akan dilakukan melalui senjata selama AS tetap memusuhi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait