Gandeng Publik, Mensos Saifullah Yusuf Perbarui 14 Juta Data Penerima Bansos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Sosial (Kemensos) membuka partisipasi publik untuk memutakhirkan data 14.141.195 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di seluruh Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya data akurat sesuai arahan Presiden Prabowo, karena kondisi sosial ekonomi warga yang dinamis. Dua jalur utama disediakan: pembaruan data melalui partisipasi masyarakat dan verifikasi faktual oleh pendamping sosial di lapangan. Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian dapat melaporkan via Call Center 021-171 atau WhatsApp Lapor 0887-7171-171. Penyaringan ini menargetkan warga berpenghasilan menengah ke atas (Desil 6-10) agar tidak terdaftar sebagai penerima bansos. Program ini berjalan sejak Triwulan II 2025 hingga September 2026. Di samping itu, Kemensos menguji coba digitalisasi bansos melalui portal perlinsos.kemensos.go.id di 42 kabupaten/kota, melibatkan relawan, pendamping, dan perangkat desa untuk mendata kelompok rentan yang belum terjangkau bantuan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 18.49
Bansos Tak Lagi Cuma Urusan Pemerintah, Warga Bisa Usul Penerima yang Harus Dicoret
Berita terkait
Mulai 2027, Warga Bisa Daftar Bansos Mandiri Lewat Portal Perlinsos
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.30
Cara Ubah Data Desil DTSEN 2026 Secara Online Pakai HP
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 10.35
Kementrian Sosial Tangguhkan Bantuan PKH pada 237 KPM karena Terindikasi Judi Online
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 05.05
Verifikasi Penerima Bansos Melonjak 20 Kali Lipat dalam Sebulan, Komdigi Ungkap Peran Sistem Digital
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 18.31