Garap Proyek Tambang Baru, Freeport Bakal Kocek Rp 71,2 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) mengembangkan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar di kawasan Grasberg, Papua Tengah, dengan target operasional pada 2029. Investasi total proyek mencapai US$ 4 miliar atau setara Rp 71,2 triliun hingga 2033. Sejak 2022, PTFI telah mengeluarkan investasi sebesar US$ 1,4 miliar (Rp 24,9 triliun) untuk pengembangan tambang ini. Awalnya, tambang ini diproyeksikan mulai beroperasi pada 2028, namun terpaksa ditargetkan kembali ke 2029 akibat kejadian longsoran material basah di tambang Grasberg Block Cave pada September 2025.
Proyek Kucing Liar saat ini berada dalam tahap pengembangan, bukan hanya persiapan. PTFI sedang membuka akses dan melakukan kegiatan pengembangan tambang jangka panjang di deposit Kucing Liar. Produksi diperkirakan akan mulai meningkat bertahap sekitar tahun 2030 hingga mencapai kapasitas desain sekitar 130.000 metrik ton bijih per hari.
Pada saat beroperasi penuh, tambang Kucing Liar diproyeksikan menghasilkan rata-rata 750 juta pon tembaga dan sekitar 735.000 ons emas per tahun. Proyek ini menjadi bagian dari strategi PTFI untuk menjaga keberlanjutan produksi di kawasan Grasberg. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menekankan bahwa investasi sebesar US$ 1,4 miliar yang telah dikeluarkan bersumber untuk pengembangan tambang bawah tanah tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Kembangkan Proyek Tambang Baru, Freeport Akan Investasi Rp72 Triliun
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 16.40
Freeport Punya Proyek Tambang Baru, Bisa Produksi Emas 735.000 Ons!
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 14.20
Freeport Perkirakan Produksi Katoda Tembaga di 2026 Capai 400.000 Ton
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.20
IMERC 2026 Tekankan Kompetensi Rescuer, Freeport Jadi Juara Umum
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.30