Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Punya Tambang Bawah Tanah Baru, Freeport Kocek Rp72 Triliun!

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan investasi Rp 72 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah baru bernama Kucing Liar di distrik mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek ini direncanakan untuk memulai operasional penambangan pada 2029, setahun lebih lanjut dari rencana awal 2028. Hingga kini, PTFI telah mengucurkan dana Rp 25 triliun untuk fasilitas pendukung dan akses penambangan. Tambang Kucing Liar dirancang dengan kapasitas penambangan hingga 130-140 ribu ton bijih per hari, dengan proyeksi produksi 7 miliar pon tembaga dan 7 juta ons emas sepanjang masa operasionalnya. Proyek ini bertujuan menjaga stabilitas produksi tembaga dan emas nasional menggantikan tambang Grasberg Block Cave yang akan habis masa produksinya.

Direktur PTFI Tony Wenas menekankan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai investasi guna membangun fondasi keberlanjutan industri pertambangan di Indonesia. Kapasitas produksi tambahan ini diharapkan dapat memastikan kontribusi fiskal yang stabil kepada negara serta menjaga lapangan kerja bagi puluhan ribu pekerja. PTFI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait kepastian perpanjangan izin operasi agar pengembangan cadangan tambang di level yang lebih dalam dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pengembangan tambang Kucing Liar merupakan langkah strategis PTFI untuk memastikan kelangsungan operasional jangka panjang. Dengan cadangan yang sangat baik dan infrastruktur yang sedang dibangun, proyek ini diproyeksikan menjadi andalan utama produksi tembaga dan emas nasional setelah Grasberg Block Cave berhenti beroperasi.

Berita terkait