Garda Revolusi Iran Ancam Ubah Geografi Perang jika Diserang Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Teheran akan mengubah strategi persenjataan dan 'geografi perang' jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru. Juru bicara IRGC, Hossein Mohibi, menyampaikan pernyataan ini dalam program televisi pada Minggu malam (20/9/2026). Menurut Mohibi, operasi pertahanan dan ofensif Iran akan berubah secara signifikan, dengan pengerahan kemampuan dan kapasitas baru ke medan laga. Target yang akan diserang juga akan berbeda dari sebelumnya, dengan identifikasi target-target baru yang belum pernah diserang sebelumnya.
IRGC menegaskan kesiapan untuk menghadapi perang jangka panjang, dengan pemahaman bahwa perang memiliki tahapan-tahapan yang berbeda dan tidak berakhir begitu saja. Mohibi juga menyatakan bahwa tidak ada komunikasi antara IRGC dengan AS, dan angkatan bersenjata Iran tidak terlibat dalam diplomasi. Ia mengklaim dominasi AS di kawasan telah berakhir, dan Iran sedang membentuk tatanan baru di wilayah tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS terkait Selat Hormuz, yang merupakan jalur strategis bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global. Kedua negara masih berselisih mengenai navigasi di jalur perairan tersebut sebelum konflik mungkin terjadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 September 2026 pukul 15.33
Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.23
Akan Hadiri Sidang Umum PBB, Presiden Iran Tegaskan Hal Ini
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.20
China Kecam AS Larang Maskapai Iran Beroperasi: Sanksi Sepihak Ilegal!
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.16
Menkeu AS Pastikan Semua Akses Penerbangan Iran Dihentikan Total Mulai 23 September
Berita terkait
Iran Hancurkan Kapal Mata-Mata Saildrone AS di Pintu Masuk Selat Hormuz
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 08.30
Iran Klaim Tangkap Kapal Selam Nirawak AS Dive-LD di Selat Hormuz
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.08
Iran Klaim Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS, CENTCOM: Kebohongan Total!
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.35
Perang Makin Sengit, Iran Serang Kapal Nirawak Angkatan Laut AS
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.34