Gegara Ancaman Iran, Trump Tinggalkan Turki dengan Penerbangan Rahasia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump dilaporkan menggunakan penerbangan rahasia saat meninggalkan Turki setelah menghadiri KTT NATO pada 7-8 Juli, karena adanya dugaan ancaman pembunuhan dari Iran. Menurut laporan The Washington Post yang dikutip Anadolu Agency dan Reuters, Trump tampak menaiki Air Force One versi lama di depan kamera televisi di Ankara, namun beberapa menit kemudian diam-diam dipindahkan ke pesawat militer C-32A yang lebih kecil menggunakan truk katering bandara. Pesawat Air Force One itu hanya dijadikan pengecoh. Operasi ini terjadi sehari setelah AS kembali melancarkan serangan udara ke Iran setelah negosiasi gagal. Rombongan wartawan dan sejumlah staf Gedung Putih meyakini Trump berada di pesawat yang sama padahal tidak. C-32A yang membawa Trump terbang ke Inggris dan tiba sekitar pukul 22.20 waktu setempat, disusul pesawat pengecoh beberapa menit kemudian. Trump kemudian terlihat turun dari tangga Air Force One pada pukul 22.56. Gedung Putih melalui Direktur Komunikasi Steven Cheung membela langkah tersebut dengan alasan banyak musuh Amerika yang mengincar presiden. Pentagon belum memberi tanggapan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 12.05
Trump Gunakan Penerbangan Rahasia Tinggalkan Turki saat Diancam Iran
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 08.22
Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt Tiba-tiba Mengundurkan Diri, Ada Apa?
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.10
Tak Percaya Iran, Trump Tegaskan AS Kuasai Selat Hormuz
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 17.33
Trump Diam-Diam Pindah Pesawat di Turki, Takut Dirudal Iran?
Berita terkait
FOTO: Donald Trump Kumpulkan Para Pentolan AI di Gedung Putih
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.15
Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.20
Trump Disebut Tawarkan Keringanan Sanksi-Pencairan Aset Iran, Benarkah?
Detik.com · 29 September 2026 pukul 15.35
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51