Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gejolak Baru di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket Nyaris 4%

Harga minyak dunia melonjak hampir 4% setelah parlemen Iran dikabarkan membahas rancangan undang-undang yang mengusulkan pelarangan kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara lain yang dianggap bermusuhan untuk melintasi Selat Hormuz. Wacana ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global melalui salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia. Minyak mentah Brent ditutup naik USD3,09 atau 3,89% menjadi USD82,54 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS menguat USD2,49 atau 3,31% ke level USD77,71 per barel.

Laporan kantor berita Fars menyebut komite parlemen Iran sedang mengkaji rancangan undang-undang yang juga mengusulkan denda hingga 20% dari nilai muatan kapal bagi pihak yang melanggar. Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan pelaku pasar masih fokus pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Semakin lama penyelesaian tertunda, semakin besar peluang harga minyak kembali menguat.

Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sebelum konflik Iran pecah pada akhir Februari, sekitar 20% pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global setiap hari melintasi selat tersebut. Ancaman terhadap keamanan pelayaran di kawasan itu langsung memengaruhi sentimen pasar energi internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait