Gempa Flores M7.7 Memicu Banyak Longsoran di Ende hingga Maumere
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi bermagnitudo M7.7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan memicu longsoran masif di sepanjang jalur Ende, Nagekeo, Bajawa, hingga Maumere. Longsoran dipicu oleh kombinasi kerentanan geologi lokal dan besarnya energi seismik yang dilepaskan.
Anggota IABI Daryono menjelaskan bahwa Pulau Flores didominasi batuan vulkanik muda dan endapan piroklastik seperti tuf dan aglomerat yang sudah mengalami pelapukan lanjut. Material tanah dan batuan tersebut memiliki struktur rapuh serta kuat geser rendah, sehingga sangat tidak stabil saat menerima guncangan dinamis secara mendadak.
Kerentanan tersebut diperparah oleh morfologi Flores yang didominasi pegunungan dan lereng terjal dengan kemiringan ekstrem. Pemotongan lereng untuk jalur nasional Trans-Flores turut mengurangi tumpuan bawah tebing dan memperbesar gaya pendorong gravitasi, sehingga memperparah longsoran. BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan di NTT yang diprediksi akan luruh dalam 3-4 minggu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.30
BMKG Catat 4.258 Gempa Susulan di NTT, Berpotensi Hingga 4 Minggu
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.46
PLN Pastikan Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.12
Mahasiswa Gentaskin Bertahan di Lokasi KKN Demi Bantu Korban Gempa di Desa Sisir
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.32
Pengungsi Mandiri Nangahale Sikka, Lansia Meninggal di Tengah Keterbatasan Penanganan
Berita terkait
Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa M7,7 di Flores NTT
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 19.14
PLN Sebut Listrik di Flores Sudah 100% Pulih Pascagempa Magnitudo 7,7
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 11.30
Pemicu Kuatnya Gempa Bumi NTT hingga Berdampak ke Provinsi Lain
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.10
4 Orang Tewas Akibat Longsor di Nepal, Belasan Lainnya Hilang
Detik.com · 29 September 2026 pukul 12.02