Gempa Flores M7.7 Memicu Banyak Longsoran di Ende hingga Maumere
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi bermagnitudo M7.7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan memicu longsoran masif di sepanjang jalur Ende, Nagekeo, Bajawa, hingga Maumere. Longsoran dipicu oleh kombinasi kerentanan geologi lokal dan besarnya energi seismik yang dilepaskan.
Anggota IABI Daryono menjelaskan bahwa Pulau Flores didominasi batuan vulkanik muda dan endapan piroklastik seperti tuf dan aglomerat yang sudah mengalami pelapukan lanjut. Material tanah dan batuan tersebut memiliki struktur rapuh serta kuat geser rendah, sehingga sangat tidak stabil saat menerima guncangan dinamis secara mendadak.
Kerentanan tersebut diperparah oleh morfologi Flores yang didominasi pegunungan dan lereng terjal dengan kemiringan ekstrem. Pemotongan lereng untuk jalur nasional Trans-Flores turut mengurangi tumpuan bawah tebing dan memperbesar gaya pendorong gravitasi, sehingga memperparah longsoran. BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan di NTT yang diprediksi akan luruh dalam 3-4 minggu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.50
Ribuan Gempa Nonstop Hantam NTT, Petaka Sesungguhnya Ancam Flores?
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 11.46
PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan Flores Pascagempa, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 11.37
Foto: Chile Dilanda Hujan Lebat, Longsor Tutup Akses Jalan Paposo
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.15
Purbaya Turun Gunung, Tinjau Lokasi Gempa Flores Hari Ini
Berita terkait
PLN Sebut Listrik di Flores Sudah 100% Pulih Pascagempa Magnitudo 7,7
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 11.30
Pemicu Kuatnya Gempa Bumi NTT hingga Berdampak ke Provinsi Lain
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.10
Update Korban Gempa NTT: 70 Orang Meninggal Dunia
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 22.55
Peduli Korban Gempa Flores, Fastpay Salurkan Bantuan ke 20 Titik Pengusian
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 21.17