Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gempa Flores M7.7 Memicu Banyak Longsoran di Ende hingga Maumere

Gempa bumi bermagnitudo M7.7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan memicu longsoran masif di sepanjang jalur Ende, Nagekeo, Bajawa, hingga Maumere. Longsoran dipicu oleh kombinasi kerentanan geologi lokal dan besarnya energi seismik yang dilepaskan.

Anggota IABI Daryono menjelaskan bahwa Pulau Flores didominasi batuan vulkanik muda dan endapan piroklastik seperti tuf dan aglomerat yang sudah mengalami pelapukan lanjut. Material tanah dan batuan tersebut memiliki struktur rapuh serta kuat geser rendah, sehingga sangat tidak stabil saat menerima guncangan dinamis secara mendadak.

Kerentanan tersebut diperparah oleh morfologi Flores yang didominasi pegunungan dan lereng terjal dengan kemiringan ekstrem. Pemotongan lereng untuk jalur nasional Trans-Flores turut mengurangi tumpuan bawah tebing dan memperbesar gaya pendorong gravitasi, sehingga memperparah longsoran. BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan di NTT yang diprediksi akan luruh dalam 3-4 minggu.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait