Geramnya Pakar Sampai "Tumpahkan" Bukti Tsunami Aceh Bukan Efek Nuklir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 9,1 Mw pada 26 Desember 2004 di perairan barat Aceh, berada di kedalaman 30 km, memicu tsunami yang menelan lebih dari 130.000 korban jiwa di Aceh dan ratusan ribu di wilayah lain seperti Sri Lanka, India, Thailand, dan Malaysia. Akibatnya, lebih dari 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dengan kerugian mencapai Rp41,4 triliun. Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia menyatakan bahwa tujuh bukti ilmiah—termasuk lokasi dan kedalaman sumber gempa, panjang rekahan batuan sekitar 1.200–1.300 km, rekaman gelombang seismik, deformasi dasar laut, pola tsunami, aktivitas seismik sebelum dan sesudah gempa, serta data dari CTBTO— membuktikan bahwa bencana ini disebabkan oleh proses alami pada zona megathrust Sumatra-Andaman, bukan akibat ledakan nuklir atau rekayasa teknologi. Daryono menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ledakan nuklir, dan siklus gempa besar di wilayah ini telah tercatat jauh sebelum manusia menguasai teknologi nuklir.
Bagikan
Berita terkait
BNPB Ingatkan Masyarakat Pesisir Waspadai Hoaks Tsunami
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 19.38
Jakarta-Jawa Siaga Megathrust-Tsunami? BMKG dan Pakar Kasih Penjelasan
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.35
Seperti Ini Perubahan Bentuk Tubuh Gunung Anak Krakatau dari Tahun ke Tahun
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.04
Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 13.44