Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gimana Nasib Infantino Usai Gagalnya Komersialisasi FIFA?

Setelah rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membentuk anak perusahaan komersial untuk Piala Dunia dan ajang FIFA lainnya gagal, ancaman boikot UEFA terhadap turnamen FIFA pun lenyap. Meski demikian, UEFA mengatakan sedang 'membangun kembali kepercayaan' terhadap FIFA. Perhatian ekstra tertuju pada pertandingan tim sepak bola perempuan yang akan berlangsung dalam dua bulan ke depan, termasuk Piala Dunia U-20 dan U-17 yang dimulai September dan Oktober, serta pertandingan penentu tim Piala Dunia putri di Brasil tahun depan. Meski proposal pembentukan anak perusahaan hampir tidak menyinggung sepak bola perempuan, berbagai pertandingan tersebut menjadi ujian pertama terkait kondisi sepak bola pasca pembatalan rencana tersebut.

Badan pengelola sepak bola Eropa membentuk barisan bersama. Finlandia menjadi negara pertama yang mencabut dukungan terhadap Infantino, diikuti Wales dan Inggris. Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) diperkirakan akan menyusul langkah tersebut. Direktur DFB Andreas Rettig menyatakan bahwa tindakan Infantino menyebabkan 'hilangnya kepercayaan yang tidak dapat diperbaiki' dan menuntut 'tombol reset' serta budaya baru di sepak bola.

Pemilihan presiden FIFA digelar 18 Maret 2027 dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko. Infantino mencalonkan diri untuk masa jabatan terakhir. Ia membutuhkan 106 suara dari 211 anggota FIFA. UEFA memiliki 55 suara, Afrika 54, Asia 46, Concacaf 35, Oseania 11, dan Conmebol 10. Tekanan terhadap Infantino meningkat; jika 19 dari 37 anggota Dewan FIFA meminta rapat darurat, ia bisa diminta mengundurkan diri. Kandidat kuat saat ini adalah Presiden UEFA Alexander Eferin, meski belum jelas apakah ia berminteresi. Pemilihan ini menjadi sorotan setelah kecaman terhadap rencana Infantino menjual sebagian saham kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait