GREAT Institute: Pertumbuhan 6 Persen Harus Ditopang Produktivitas dan Kualitas Belanja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menargetkan pertumbuhan ekonomi 6% dengan defisit terkendali sebesar 2,40% dari PDB. Pendapatan negara ditetapkan Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun. GREAT Institute menekankan target ini bergantung pada peningkatan produktivitas, kualitas belanja, dan reformasi struktural.
Peneliti Adrian Nalendra Perwira menyatakan RAPBN 2027 mengubah peran APBN untuk memperkuat kapasitas produksi dan efisiensi belanja. Data utama meliputi inflasi 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, serta harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Target pembangunan mencakup penurunan kemiskinan menjadi 6,0-6,5% dan pengangguran menjadi 4,30-4,87%.
GREAT Institute menyoroti pentingnya reformasi pengadaan pemerintah untuk efisiensi dan pembentukan bursa mineral guna transparansi harga. Keberhasilan RAPBN 2027 ditentukan oleh eksekusi kebijakan, investasi yang menciptakan pekerjaan formal, serta debottlenecking investasi melalui perizinan dan logistik yang lebih baik.
Bagikan
Berita terkait
Dario Amodei Akui Dunia Dilanda Krisis Kepercayaan AI, Industri Dituntut Buktikan Manfaatnya
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 23.47
Purbaya Siapkan Dana Penanganan Bencana Rp 5 Triliun dan Cadangan BNPB Rp 500 Miliar
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.54
Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.00
Presiden Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar di Pasar Modal
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.59