Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

RI Darurat Reformasi Subsidi Energi, Ekonom Beberkan Alasannya

Reformasi subsidi energi diperlukan karena ketidakpastian geopolitik dan lonjakan harga energi global menambah beban APBN. Hingga Juni 2026, subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp233 triliun, diperkirakan naik menjadi Rp526 triliun pada akhir tahun 2026. Tiga faktor utama: harga energi global, nilai tukar rupiah, dan konsumsi domestik. Harga batu bara naik dari US$60-70 keatas perton selama 3-4 tahun, mengubah pola siklikal menjadi struktural. Kompensasi energi sering dinikmati tidak berhak, menimbulkan keadilan fiskal. APBN 2027 mengalokasikan Rp28,7 triliun untuk subsidi BBM jenis tertentu, naik 8,71% dari 2026. Subsidi energi total 2027 mencapai Rp272,94 triliun, lonjak 20,1% dari 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait