Gus Ipul Sebut Ketegangan di Muktamar NU Dinamika Biasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketegangan sempat terjadi di depan pintu ruang Sidang Pleno pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8). Ketua Panitia Operating Committee Muktamar Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyatakan bahwa orasi dan ketegangan dari sejumlah orang adalah hal wajar dalam perhelatan besar organisasi. Ia menilai insiden tersebut merupakan bagian dari dinamika forum dan meminta semua pihak tidak menyimpulkan peristwaa tersebut secara parsial. Gus Ipul mengingatkan bahwa seluruh area persidangan dipantau ketat dengan kamera CCTV dan janji akan memberikan penjelasan lebih lanjut. Situasi di lokasi persidangan kini telah kembali kondusif dan pihak-pihak yang terlibat tengah duduk bersama untuk bermusyawarah mencari solusi. Di dalam arena sidang, proses penghitungan perolehan suara usulan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dari muktamirin masih berlangsung. Sebelumnya, puluhan massa yang mengatasnamakan Nahdliyin Muda Indonesia sempat memaksa masuk ke arena utama sidang pleno dan meminta bertemu dengan panitia muktamar. Massa ini juga sempat merusak photobooth backdrop dan mendorong perangkat komputer absensi digital. Dalam tuntukannya, massa mendesak panitia menghentikan penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang dianggap berpotensi menggugurkan pencalonan sejumlah kandidat Ketua Umum PBNU. Koordinator aksi, Fathoni, menilai Perkum Nomor 3 Tahun 2025 tentang Syarat Menjadi Fungsionaris Pengurus NU berpotensi digunakan secara diskriminatif dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU. Pasal 13 ayat (2) huruf c menyebut calon Ketua Umum PBNU tidak boleh menjabat sebagai pengurus partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik dalam waktu satu tahun terakhir. Menurut massa, aturan ini bisa mengeliminasi kader partai politik tertentu dari bursa Ketua Umum PBNU dan seharusnya menjadi instrumen untuk menata organisasi, bukan digunakan sebagai alat politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 30 Agustus 2026 pukul 10.45
9 Nama Ahwa Jadi Kunci, Pemilihan Diprediksi Berlangsung Lebih Panjang
Berita terkait
Selawat Asyghil di Tengah Dinamika Pleno I Muktamar Ke-35 NU
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 10.34
Gus Ipul: 556 Cabang & Wilayah Berhak Ikuti Muktamar Ke-35 NU
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.32
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Demo, Gus Ipul: Biasalah Dinamika
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 19.47
Muktamar NU di Jombang Ricuh, Peserta Protes Aturan Pencalonan Ketum PBNU
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 19.30