Gus Lilur Merilis Risalah Kritis dan Mendalam Tentang 'NU, Gus Dur, dan Bromocoran Politik'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gus Lilur merilis risalah kritis 'NU, Gus Dur, dan Bromocorah Politik' sebagai pertanggungjawaban moral atas penyimpangan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas, Jombang. Risalah ini menyoroti tiga pilar utama: NU sebagai organisasi keagamaan terbesar dunia dengan lebih dari seratus juta jamaah, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pilar martabat jama'ah, serta fenomena 'bromocorah politik' yang memanfaatkan institusi keagamaan untuk kepentingan pragmatis, kekuasaan, dan finansial. NU mempraktikkan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dengan jaringan yang kuat hingga tingkat desa, didukung sanad muttashil dari para pendiri seperti KH Hasyim Asy'ari. Gus Lilur menekankan pentingnya penjernihan makna terhadap nilai-nilai dasar NU dan Gus Dur dalam menghadapi dinamika politik yang menyimpang.
Bagikan
Berita terkait
6 Langkah yang Harus Dilakukan Gus Kikin, Rekonsiliasi hingga Penguatan Kembali Khittah NU
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 11.25
Muktamar NU Sepakat Ubah Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Pakai Mekanisme AHWA
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 05.50
Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul Minta Jangan Kembangkan Fitnah ke NU
Detik.com · 23 September 2026 pukul 14.01
NU, Gus Dur, dan Papua
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 05.10