NU, Gus Dur, dan Papua
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyelesaian konflik di Papua memerlukan pemulihan martabat manusia dan pendekatan kemanusiaan, bukan sekadar pembangunan fisik atau pendekatan keamanan. Sejarah mencatat peran Gus Dur yang mengedepankan dialog setara, mengembalikan nama Papua, mengizinkan bendera Bintang Kejora sebagai simbol kultural, serta menginisiasi kebijakan Otonomi Khusus untuk menghapus diskriminasi dan ketakutan.
NU menekankan bahwa masalah Papua mencakup dimensi HAM sipil-politik, hak ulayat ekonomi, serta akses kesehatan dan pendidikan. Solusi utama yang ditawarkan adalah dialog damai transformatif yang melibatkan akar rumput, menghentikan instrumen militeristik, dan mengutamakan keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP) agar merasa diakui dan dihargai dalam bingkai NKRI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.19
Legislator PKB Kecam Penembakan 3 ASN oleh KKB: Aksi Tidak Manusiawi
Berita terkait
Pansus Papua DPD Gandeng Komnas HAM, Kawal Konflik-Pengungsi Internal
kumparan · 3 September 2026 pukul 15.32
Pigai Desak Papua Putus Tradisi Uang
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.59
Menteri Pigai Dorong Advokasi bagi Warga di Wilayah Konflik Papua
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.19
Pigai Bilang Masyarakat Papua Boleh Tuntut Apapun ke Pemerintah, Kecuali Satu Hal Ini
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 12.50