Gus Lilur Serukan Tolak LPj PBNU, Minta Muktamirin Muktamar ke-35 NU Objektif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gus Lilur (Khalilur R. Abdullah Sahlawiy), tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), mengajak muktamirin untuk menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pengurus Besar NU (PBNU) secara objektif. Ia menegaskan hal ini bukan sebagai bentuk permusuhan, melainkan agar LPj diperlakukan sebagai instrumen nyata untuk menilai pelaksanaan mandat organisasi. Menurutnya, LPj tidak boleh hanya menjadi formalitas dalam Muktamar. Jika ada persoalan mendasar yang belum terjawab, muktamirin berhak mempertanyakkan atau menolak LPj tersebut. Gerakan ini muncul menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan dilaksanakan di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Gus Lilur juga menyoroti konflik internal PBNU yang pernah terbuka ke publik akhir 2025, seperti saling pecat dan klaim kewenangan antarpimpinan. Ia menekankan bahwa warga NU di akar rumput tidak ingin melihat konflik elite, melainkan menginginkan organisasi yang memberi teladan tentang persaudaraan, musyawarah, dan kedamaian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 22.37
Tinjau Ponpes Tambakberas, Gus Ipul Pastikan Persiapan Muktamar ke-35 NU Sudah Tembus 85 Persen
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 20.24
Gus Ipul Respons Ma’ruf Amin soal AHWA: Sudah Dilakukan 2 Muktamar Terakhir
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 19.08
Seruan Kiai Sepuh NU Jelang Muktamar ke-35: Jangan Ada Pengondisian-Intervensi
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 18.08
Dipimpin Ma’ruf Amin, Kiai Sepuh NU Kumpul Jelang Muktamar ke-35
Berita terkait
Gus Lilur Minta Jangan Bawa-bawa Nama Presiden untuk Intervensi Muktamar NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 07.04
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Jejak Sowan Gus Salam Menjemput Restu Ulama Jelang Muktamar ke-35 NU
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 19.18
Usul AHWA Jadi Lembaga Permanen untuk Mencegah Konflik Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 08.30