Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kritik Hasil Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur: Mereka Bukan Menang, Tapi Dimenangkan

Gus Lilur, tokoh muda NU, mengkritik hasil Muktamar ke-35 NU yang digelar di Jombang pada 27-31 Agustus 2026. Menurutnya, kemenangan yang dicapai tidak sepenuhnya adil karena kontestasi tidak berjalan penuh. Ia menyebut situasi politik semakin tidak kondusif ketika Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meninggalkan arena untuk umrah saat proses pemilihan berlangsung. Sebelumnya, Gus Muhaimin disebut mendukung KH Said Aqil Siradj yang berhasil masuk dalam sembilan besar calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dengan 273 suara. Setelah keberangkatan Gus Muhaimin, dinamika pemilihan berubah secara signifikan. Gus Lilur menggunakan istilah "Papi Umba Pakocir" (Panglima pergi umrah tiba-tiba, pasukan kocar-kacir) untuk menggambarkan kondisi yang tidak stabil. Ia menilai bahwa hasil akhir tidak bisa disebut sebagai kemenangan yang tulus karena tidak adanya kompetisi yang sejati. Menurutnya, kemenangan tersebut terjadi karena kurangnya pertarungan yang layak, bukan karena keunggulan yang jelas. Gus Lilur menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses demokrasi internal NU agar tetap menjaga kredibilitas organisasi di mata anggotanya dan publik luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait