Hadapi 'Surat Kaleng' Modern di Medsos, Pakar: Bakom Harus Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) perlu diperkuat untuk menghadapi peningkatan disinformasi, hoaks, dan manipulasi informasi di ruang digital. Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Prof. Trubus Rahadiansyah, menilai penguatan ini krusial agar pemerintah dapat merespons cepat tudingan yang memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto.
Saat ini, Bakom menghadapi serangan berupa tudingan dari akun anonim di media sosial, yang disebut Kepala Bakom Muhammad Qodari sebagai 'surat kaleng' modern. Salah satu isu utama adalah tudingan pengelolaan anggaran iklan media sebesar Rp60 miliar. Qodari membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa belanja media mengikuti mekanisme penganggaran resmi lembaga, bukan keputusan pribadi pejabat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 20.37
Qodari Sebut Bakom Sedang Diserang 'Surat Kaleng', Tegaskan Bakal Lawan
Berita terkait
Menko Polkam Kumpulkan Humas Kementerian hingga Pemda, Ini yang Dibahas
Detik.com · 1 September 2026 pukul 14.06
Wamendagri Ingatkan Humas Pemerintah, Jangan Lambat Hadapi Disinformasi
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 21.03
Survei Poltracking Jadi Alarm Pemerintah, Bakom Akui Komunikasi Prabowo-Gibran Belum Maksimal
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 18.51
Qodari Usul Pendaftaran Akun Media Sosial Wajib Pakai Identitas Asli
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 18.07