Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Hanura Minta RUU Pemilu Tak Dibahas Injury Time

Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, meminta pembahasan RUU Pemilu dilakukan lebih awal dan tidak menunggu hingga injury time. Menurutnya, pembahasan yang terlalu mepet dapat menimbulkan persoalan dalam sinkronisasi aturan serta mempersempit waktu bagi pihak yang ingin mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK). Patrice menyampaikan hal ini saat hadir di BW Luxury Hotel, Kota Jambi, Jumat (4/9). Ia menegaskan bahwa Hanura tidak mempermasalahkan jika RUU Pemilu diputuskan pada injury time, selama masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Namun, ia menilai pembahasan lebih awal akan lebih baik untuk memberikan waktu yang cukup bagi seluruh pihak terkait. Patrice juga menyinggung rencana Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang dikabarkan akan bertemu dengan partai-partai di parlemen maupun nonparlemen. Hanura berharap pertemuan dengan partai di luar parlemen dapat dilakukan lebih cepat agar mereka memiliki waktu untuk memberikan masukan. Menurut Patrice, pembahasan yang dilakukan menjelang tenggat waktu berpotensi membuat sejumlah ketentuan tidak sinkron dan dapat memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat. Meskipun mendukung pembahasan lebih awal, Patrice menegaskan bahwa judicial review tetap dapat dilakukan meski RUU Pemilu diputuskan pada injury time. Ia berharap RUU Pemilu dapat diselesaikan pada akhir 2026, sejalan dengan penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Penyelesaian aturan tersebut diharapkan dapat memberikan waktu bagi pemerintah dan DPR untuk memulai tahapan persiapan Pemilu 2029 pada 2027.

Berita terkait