Harta Karun Langka RI, Harganya Bisa Tembus Rp18 Miliar per Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia membentuk Badan Industri Mineral yang dipimpin Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk mengelola logam tanah jarang (LTJ) sebagai harta karun strategis. LTJ terdiri dari 17 unsur termasuk neodymium, cerium, dan lanthanum, yang digunakan dalam industri pertahanan dan teknologi. Harga neodymium mencapai Rp1,8 miliar per ton, melonjak 56% dalam setahun dan 20% dalam seminggu, jauh melebihi kenaikan harga komoditas lain seperti emas dan platinum.
Potensi LTJ di Indonesia tersebar di 28 lokasi, dengan mayoritas di Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi. Estimasi sumber daya bervariasi dari 219 ton hingga 383.239,8 ton tergantung jenis endapan. Namun, hanya 30% dari 28 lokasi telah dieksplorasi, sementara 70% belum optimal. Pemerintah berupaya memanfaatkan sumber daya ini untuk meningkatkan kedaulatan nasional dan perekonomian, terutama dalam pengembangan industri pertahanan.
Bagikan
Berita terkait
Soal SDA, Prabowo: RI Kuat, Punya Nikel, Tembaga-LTJ Terbesar di Dunia
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.55
RI Sulit Garap "Harta Karun" Langka, Negara Lain Kunci Teknologinya
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 14.35
SDA Dibawa Kabur Asing, Amien Rais: Karena Presiden Memang Hanya Tingak-tinguk
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.10
Ahmad Muzani Serukan Penguatan Kedaulatan RI dari SDA hingga Palestina
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.22