Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Hasto Ungkap 5 Agenda Strategis PDIP untuk Perkuat Demokrasi RI di Forum Asia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pidatnya di CALD Conference 2026 di Yogyakarta mengungkapkan bahwa demokrasi Indonesia mengalami kemunduran (backsliding). Ia menyatakan Pemilu 2024 merupakan puncak kemenangan populisme otoriter yang dimulai sejak periode kedua Jokowi, dengan melanggar norma demokrasi, melemahnya masyarakat sipil, dan menguatnya personalisasi kekuasaan. Hasto mengutip teori Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt bahwa kemunduran demokrasi terjadi ketika partai gagal menjadi penjaga gerbang demokrasi, berisiko menyandarkan kekuasaan pada oligarki.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Hasto menawarkan lima agenda strategis: (1) Strategi Seluruh Lapisan Masyarakat yang menekankan partisipasi warga negara bebas dan aman; (2) Supremasi Hukum untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan; (3) Pelembanaan Partai Politik secara Substansial termasuk kaderisasi, politik berbasis kebijakan, integritas finansial, dan mekanisme suksesi; (4) Fasilitasi Pemikiran Kritis dan penguatan masyarakat sipil; (5) Demokrasi di Sektor Politik dan Ekonomi yang mewujudkan tata kelola ekonomi inklusif.

Hasto juga menyampaikan video tentang konsep Avant-Garde Party Institutionalization yang menekankan pelembanaan sistemik agar partai memiliki organisasi stabil, berakar pada ideologi, dan bertahan di atas ketergantungan pada figur individu. Ditekankan pentingnya partai kembali menjadi instrumen kedaulatan rakyat demi membangun demokrasi yang matang dan sehat.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait