Heboh soal Desil, Purbaya Ngaku Keluarin Rp7 Triliun Lebih buat Sensus dan Perbaikan DTSE
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa penetapan kelompok kesejahteraan (desil) dinilai tidak mencerminkan kondisi riil masyarakat. Untuk perbaikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pelaksanaan sensus, pemerintah mengalokasikan dana lebih dari Rp7 triliun ke Badan Pusat Statistik (BPS). Dana ini merespons pengajuan tambahan BPS untuk memperbaiki kualitas data pemeringkatan desil. Purbaya menyatakan, dengan dana yang diberikan, diproyeksikan kualitas dan akurasi data desil akan lebih baik pada tahun depan. Kenaikan dana ini juga bertujuan mengoptimalkan pelaksanaan pemutakhiran data di lapangan secara komprehensif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.08
Desil Dinilai Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Purbaya: DTSEN Sedang Diperbaiki
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.58
Purbaya Kejar Perbaikan Data Desil, Target Lebih Rapih di Tahun Depan
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 16.24
Warga Protes Salah Masuk Desil 9-10, Purbaya Benahi Data DTSEN Jelang Pembatasan Pertalite
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.47
Purbaya Kecewa Kualitas Data DTSEN, Padahal Anggaran Hampir Rp7 Triliun
Berita terkait
BPS Ungkap Alasan Desil Tak Selalu Cocok dengan Kekayaan Warga: Bukan Ukuran Kondisi Ekonomi
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.17
Bagaimana Cara Menentukan Desil? Ini Kata Kepala BPS
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 10.29
BPS Ungkap Indikator Penilaian Desil DTSEN Selain Gaji
Liputan6.com · 23 Agustus 2026 pukul 17.00
BPS Jelaskan soal Desil dalam DTSEN
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.30