Helikopter Angkut Air dari Kolam Ikan untuk Karhutla Kalsel, Ikan-ikannya Mati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Jailani, warga Desa Cindai Alus, Kalimantan Selatan, mengaku kerugian besar setelah helikopter BNPB mengambil air kolam ikannya 15 kali tanpa izin pada 27 Agustus 2026. Pengambilan air berulang menyebabkan stres pada ikan yang berjumlah 2 ton, dengan banyak yang mati. Jailani menyalahi usaha ekonomi keluarga yang telah berjalan sejak 2010. Ia menolak pengambilan air tanpa kode dan meminta pertanggungjawaban BNPB Kalimantan Selatan atas kerugian Rp 600 ribu serta kehilangan ikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.30
Panglima Jilah Dipanggil Prabowo ke Istana Hari Ini, Bahas Karhutla
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.15
Modifikasi Cuaca di Lampung Juga Untuk Lindungi Habibat Gajah
CNN Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 01.30
3 Provinsi Dikepung Karhutla Diguyur Hujan, BNPB Klaim Hasil OMC
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.18
BPBD Sebut Titik Hotspot Karhutla 3 Provinsi di Sumatra Menurun
Berita terkait
BNPB operasikan empat helikopter water bombing atasi karhutla di Kalsel
ANTARA News · 24 Agustus 2026 pukul 17.56
BNPB Kerahkan 17 Helikopter Water Bombing-1.500 Prajurit TNI Padamkan Karhutla
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.28
BNPB Sebut Titik Panas Karhutla di Kalimantan Meningkat, Prioritaskan OMC
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 12.28
Titik Panas dan Asap Meningkat, BNPB Kerahkan 30 Helikopter Tangani Karhutla Kalimantan
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 12.15