Hendropriyono Bicara Menata Ulang Reformasi: Siapa yang Mampu Melakukannya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono menyatakan bahwa wacana menata ulang reformasi harus melibatkan partai politik sebagai kunci utamanya. Dalam diskusi buku 'Menata Ulang Reformasi' karya Kiki Syahnakri, Hendro menekankan bahwa fokus utama bukan lagi pada apa yang perlu ditata ulang, tetapi pada siapa yang mampu melaksanakannya melalui mekanisme politik yang tepat.
Menurut Hendro, partai politik harus berhenti hanya fokus pada perebut dan pempertahanan kekuasaan agar gagasan pembenahan negara dapat terwujud. Ia juga menyoroti dinamika global yang sedang berubah cepat, termasuk rivalitas kekuatan, perubahan teknologi, disrupsi ekonomi, dan pergeseran geopolitik, yang menuntut tinjauan konseptual terhadap reformasi.
Hendro menegaskan bahwa tantangan terbesar sebuah gagasan bukan pada kebenarannya, tetapi pada kemampuannya untuk bertransformasi menjadi kemauan politik, kemudian menjadi kebijakan, dan akhirnya menjadi realitas yang dirasakan oleh rakyat. Ia bertanya apakah reformasi perlu dikoreksi hanya melalui mekanisme politik yang ada, atau membutuhkan strategi dan terobosan kelembagaan baru yang tetap konstitusional.
Bagikan
Berita terkait
Calon Kapolri Suyudi: Unjuk Rasa Harus Dilayani, Peserta Damai Dilindungi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 10.14
Elektabilitas Unggul di Survei, Gerindra: Kepercayaan Rakyat Harus Dijaga
kumparan · 24 September 2026 pukul 11.35
Pemerintah Pantau Pembahasan RUU Pemilu, Siapkan Isu-Isu Strategis
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.40
Wacana Syarat Capres Minimal 2 Partai DPR Mengemuka, Pakar Peringatkan Ancaman Krisis Konstitusi
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 22.00