Hendropriyono Bicara Menata Ulang Reformasi: Siapa yang Mampu Melakukannya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono menyatakan bahwa wacana menata ulang reformasi harus melibatkan partai politik sebagai kunci utamanya. Dalam diskusi buku 'Menata Ulang Reformasi' karya Kiki Syahnakri, Hendro menekankan bahwa fokus utama bukan lagi pada apa yang perlu ditata ulang, tetapi pada siapa yang mampu melaksanakannya melalui mekanisme politik yang tepat.
Menurut Hendro, partai politik harus berhenti hanya fokus pada perebut dan pempertahanan kekuasaan agar gagasan pembenahan negara dapat terwujud. Ia juga menyoroti dinamika global yang sedang berubah cepat, termasuk rivalitas kekuatan, perubahan teknologi, disrupsi ekonomi, dan pergeseran geopolitik, yang menuntut tinjauan konseptual terhadap reformasi.
Hendro menegaskan bahwa tantangan terbesar sebuah gagasan bukan pada kebenarannya, tetapi pada kemampuannya untuk bertransformasi menjadi kemauan politik, kemudian menjadi kebijakan, dan akhirnya menjadi realitas yang dirasakan oleh rakyat. Ia bertanya apakah reformasi perlu dikoreksi hanya melalui mekanisme politik yang ada, atau membutuhkan strategi dan terobosan kelembagaan baru yang tetap konstitusional.
Bagikan
Berita terkait
BRAINS Partai Demokrat Ajak Generasi Muda Berbagai Profesi Warnai Kebijakan Publik
JPNN.com · 5 Agustus 2026 pukul 20.31
PKB Dilirik Dunia, Cak Udin Paparkan Strategi Cetak Pemimpin Muda di Depan Delegasi IRI
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 19.52
Kabinet Bayangan Bisa Jadi Wadah Riset dan Evaluasi Kebijakan Pemerintah
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 06.04
Legislator PKB Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Menunjuk Usai Terpilih
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.58