Hermawan Sulistyo Yakin Kematian Sutrimo karena Terbunuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hermawan Sulistyo, a professor at Universitas Bhayangkara, says the death of ex‑prosecutor Febrie Adriansyah’s household chief, Sutrimo, was a murder. He believes Sutrimo was a key witness in a money‑laundering case that implicates Febrie. In a podcast called Terus Terang on Mahfud MD Official, quoted on Wednesday (5/8/2026), he stated, “Jadi kalau kita kaitkan dengan penjaga rumahnya yang saya yakinkan terbunuh itu ya. Iya, Sutrimo itu. Penyidik yang paling bodoh pun tahu gitu bahwa enggak mungkin mati wajar itu seperti itu.” He notes odd details: Sutrimo, 42, died in front of a clinic and had no record of heart or chronic illness. Indonesian police will forensic‑examine his phone to find the exact cause of death. The case remains under investigation.
Bagikan
- hermawan sulistyo
- sutrimo murder
- money laundering case
- indonesian police investigation
- febrie adriansyah
Berita terkait
Pengamat Minta Kejagung Evaluasi Anggota Tim 9, Ini Alasannya
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.24
Pengamat Ungkap Potensi Konflik Kepentingan Tim 9 Kejagung dengan Febrie Adriansyah
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 13.31
Febrie Adriansyah Dinilai Manuver Lewat Praperadilan, Desak Penanganan Perkara Transparan
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 12.31
Pengamat Minta Kejagung Jaga Independensi Institusi dalam Kasus Febrie Adriansyah
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.59