Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Houthi Menggila Bombardir Arab Saudi, China Akhirnya Buka Suara

China mendesak semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog setelah serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi menyebabkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur energi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan prihatin terhadap dampak eskalasi di Yaman dan Laut Merah, menilai serangan terhadap fasilitas sipil yang mendukung kehidupan masyarakat tidak dapat dibenarkan. China menekankan bahwa kedaulatan dan keamanan semua negara harus dihormati, serta satu-satunya solusi adalah menyelesaikan perselisihan melalui cara politik dan diplomatik. Kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap kota dan fasilitas energi di Arab Saudi. Koalisi militer Arab Saudi melaporkan setidaknya 73 warga sipil terluka dalam serangan terbaru. Houthi juga menargetkan kapal komersial di Laut Merah, sementara Arab Saudi mengumumkan pembentukan aliansi maritim internasional pada Juli 2026. Yaman telah mengalami konflik selama hampir 12 tahun sejak Houthi merebut Sanaa pada 2014, dan situasi kembali memunculkan kekhawatiran akan eskalasi ke konflik berskala penuh.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait