Mengapa Trump Bingung Tangani Krisis Yaman?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS memiliki kemampuan untuk menghentikan kemajuan Houthi di Yaman melalui operasi udara miliknya, namun Presiden Donald Trump tampak bingung dan enggan bertindak. Menurut Kenneth Katzman dari Soufan Center, Trump tidak memberikan dukungan militer yang dibutuhkan kepada Arab Saudi meski diminta. Akibatnya, krisis Yaman berlanjut dan kepentingan AS di wilayah Timur Tengah, khususnya kebebasan navigasi dan arus energi, terancam oleh pengaruh Iran dan Houthi. Katzman menyatakan Trump lebih memilih menunggu Arab Saudi menyelesaikan masalah sendiri, hal yang dianggap tidak realistis. Di sisi lain, pemerintah Yaman mengubah strategi dari upaya merebut kembali wilayah yang hilang ke fokus mempertahankan wilayah yang mas masih dikuasai, menyaksikan kemajuan Houthi di wilayah barat negara tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 22.10
Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena
Detik.com · 13 September 2026 pukul 11.25
Houthi Kembali Serang Arab Saudi, 2 Orang Terluka
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 10.20
Houthi Serang Pangkalan Militer di Barat Daya Arab Saudi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.10
Houthi Menggila Bombardir Arab Saudi, China Akhirnya Buka Suara
Berita terkait
Janji Trump ke Arab Saudi Usai Tolak Serang Houthi
Detik.com · 12 September 2026 pukul 22.23
Tolak Serang Houthi, Trump Janjikan Dukungan Intelijen AS ke Arab Saudi
Detik.com · 12 September 2026 pukul 10.46
Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 21.08
MBS Dua Kali Telepon Trump, Desak Serang Houthi di Yaman tapi Ditolak
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.52