Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dirasakan Warga Pandeglang: Mata Perih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Minggu (6/9). Warga Kecamatan Menes, seperti Rio (36), melaporkan abu vulkanik terasa terisap ke pernapasan hingga mengotori halaman rumah. "Kemarin mobil bersih, tapi pagi ini sudah tertutup debu. Terus keluar rumah juga ke mulut kerasa banget, lidah seperti ada pasirnya," kata Rio. Ia juga khawatir akan iritasi kulit atau ISPA akibat partikel abu di udara. Di Kecamatan Jiput, warga seperti Bahrul (28) merasakan perih di mata saat berkendara motor akibat debu vulkanik yang bertebaran. "Selain getaran yang terasa di rumah, debu juga terasa di wilayah Jiput. Tadi pakai motor pulang ke rumah itu perih ke mata, debunya mulai bertebaran," ujurnya. Bahrul menambahkan bahwa kondisi ini belum pernah dirasakan sebelumnya, namun warga tetap tenang dan beraktivitas normal. Tim Pusdalops BPBD Pandeglang juga memastikan bahwa hujan abu vulkanik telah meluas hingga ke wilayah Kabupaten Serang, termasuk Pasauran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 07.38
Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Aktivitas Warga Banten
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 08.13
Diselimuti Abu Anak Krakatau, Jalan Protokol Bandar Lampung Disemprot Air
Detik.com · 6 September 2026 pukul 06.45
Hujan Abu Krakatau, Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 05.47
Hujan Abu Anak Krakatau, Warga Serang Keluhkan Mata Perih dan Ganggu Sekolah
Berita terkait
Pandeglang Diguyur Hujan Abu Usai Gunung Anak Krakatau Erupsi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 21.50
Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau catat intensitas tertinggi 2026
ANTARA News · 5 September 2026 pukul 17.34
Konon, Dentuman di Jabar dan Banten Berkaitan Erupsi Gunung Anak Krakatau
JPNN.com · 5 September 2026 pukul 16.45
Penampakan Letusan Gunung Anak Krakatau hingga Cerita Kepanikan Warga
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 14.15