IBCSD dan Pemprov Jawa Barat Dorong Dunia Usaha Kurangi Sisa Pangan sebagai Strategi Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pelaku usaha di sektor hotel, restoran, kafe (HOREKA), ritel, dan bakery untuk menjadikan pengurangan sisa pangan sebagai strategi bisnis. Dorongan ini disampaikan melalui pelatihan 'Pengurangan Susut dan Sisa Pangan serta Penyelamatan Pangan Berlebih' sebagai tindak lanjut kerja sama kedua pihak sejak awal tahun untuk mendukung pembangunan rendah karbon dan ekonomi sirkular di Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif GRASP 2030 (Gotong Royong Atasi Susut dan Sisa Pangan di Tahun 2030), program IBCSD. Direktur Eksekutif IBCSD Indah Budiani menekankan bahwa pengurangan sisa pangan bukan hanya isu lingkungan tetapi juga strategi bisnis yang meningkatkan efisiensi operasional, karena setiap makanan yang tidak terjual atau tidak dikonsumsi mencakup kerugian biaya bahan baku, tenaga kerja, energi, air, hingga transportasi.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat melalui SIPSN 2024, sisa makanan menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah di Jawa Barat dengan porsi 39,02 persen dari total sampah. Data ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan sejak sumbernya, terutama di sektor HOREKA, ritel, dan bakery yang memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan.
Bagikan
Berita terkait
Kebakaran di Jalur Arteri Tasikmalaya-Bandung
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.40
Kirab Merah Putih hingga Defile Pasukan, Ini Rangkaian HUT Ke-81 RI di Jawa Barat
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.30
Catat! Ini Jadwal dan Rute Kirab Merah Putih HUT ke-81 RI di Jabar
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 22.02
Botol Plastik Disulap Jadi Kain, PURANA Dorong Fashion Berkelanjutan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.45