IESR Sebut Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Terlalu Kecil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai insentif pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta per unit terlalu kecil untuk mendorong peralihan signifikan dari kendaraan bahan bakar. Pemerintah menetapkan insentif ini di bawah rencana awal Rp5 juta, dengan anggaran total Rp3 triliun untuk target 1 juta motor listrik produksi dalam negeri. Direktur Transformasi Sistem Energi IESR, Deon Arinaldo, menyatakan bahwa besaran insentif perlu mempertimbangkan manfaat yang dihasilkan dari setiap kendaraan yang beralih ke listrik. Menurut model IESR, kombinasi insentif pembelian Rp5 juta dan tambahan Rp3 juta dari program tukar tambah dapat meningkatkan adopsi motor listrik hingga 810.000 unit dibandingkan skenario bisnis seperti biasa (BAU) pada 2030.
Bagikan
Berita terkait
Aismoli: Belum Ada Koordinasi Pemerintah Soal Insentif Motor Listrik
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.06
Kabar Baik, Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diumumkan dalam Sepekan
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.36
PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.21
Pengembangan Panas Bumi RI Masih Terkendala, Bos PGE Beri Masukan Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.17