IHSG Melemah ke 6.670 Akibat Kenaikan Harga Minyak Global dan Tensi Geopolitik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

IHSG melemah 7,40 poin (0,11%) ke 6.670,80 pada perdagangan Kamis (10/9/2026) pagi, mengikuti tren negatif pasar Asia dan global yang tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dan meningkatnya tensi geopolitik. Tekanan utama berasal dari konflik AS-Iran di Selat Hormuz, yang mendorong harga minyak Brent naik lebih dari 3% ke di atas $101 per barel, sekaligus imbal hasil US-Treasury 10 tahun kuat ke 4,845%—level tertinggi sejak November 2023. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 6.600–6.700.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.05
IHSG Dibuka Menguat 0,22% Tembus Level Psikologis 6.700
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 09.16
IHSG Naik 0,15% ke 6.688, 280 Saham Menguat
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.05
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 08.53
IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways di Kisaran 6.600-6.700
Berita terkait
Ada Kabar Baik dari Domestik dan Global, IHSG Naik 0,69% ke 6.363
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.36
IHSG Pagi Ini Dibuka Naik 0,21%, Mayoritas Saham Menguat
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 09.01
Lonjakan Harga Minyak Dunia Tekan IHSG ke Level 6.678
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.30
IHSG Melemah 0,12% ke Level 6.678, Sebanyak 317 Saham Berakhir Turun
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 16.48