Ilmuwan Temukan 3 Lubang Hitam Supermasif Berada di Ambang Tabrakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim astronom internasional berhasil mengidentifikasi tiga lubang hitam supermasif yang terperangkap dalam satu galaksi jauh bernama J0148-4214. Galaksi ini berada pada jarak sangat jauh sehingga cahayanya membutuhkan waktu 12,5 miliar tahun untuk mencapai Bumi, menunjukkan kondisi kurang dari 1,3 miliar tahun setelah peristiwa Big Bang. Penelitian yang menggunakan data Teleskop Antariksa James Webb (JWST) ini menjadi bukti pertama keberadaan tiga lubang hitam aktif dalam satu galaksi di alam semesta jauh.
Melalui data JWST, para ilmuwan menghitung massa serta tingkat penyerapan materi ketiga lubang hitam tersebut. Total massa bintang galaksi diperkirakan sekitar 1,3 miliar kali massa matahari, dengan lubang hitam menempati porsi signifikan. Objek ketiga terletak sekitar 5.500 tahun cahaya dari pusat galaksi dengan massa sekitar dua juta kali massa matahari. Kehadiran lubang hitam kedua dan ketiga diduga kuat akibat proses penggabungan antar-galaksi sebelumnya.
Para ilmuwan mencatat bahwa ada kemungkinan lubang hitam ketiga tidak berada dalam jalur tabrakan dengan dua objek lainnya, melainkan terlempar keluar galaksi akibat interaksi tiga benda. Temuan ini menunjukkan bahwa penggabungan lubang hitam mungkin menjadi jalur cepat bagi pertumbuhan pesat di alam semesta awal, serta menjadi landasan bagi deteksi penggabungan lubang hitam raksasa dengan observatorium gelombang gravitasi masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Teleskop James Webb Temukan Air di Dekat Lubang Hitam Pusat Bima Sakti
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 13.29
Kolaborasi Teleskop Hubble dan James Webb Tangkap Foto 'Galaksi Mata Hitam' M64
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 12.00
Fenomena Aliran Gas Kosmik Raksasa yang Memiringkan Orbit Planet di Konstelasi Orion
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.15
Teleskop JWST Temukan Bintang yang 100 Miliar Kali Lebih Terang
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 21.45